Liga 1 Berlaga Dengan 50% Penonton Stadion?

Setelah sempat ditunda akibat pandemi Corona, Shopee Liga 1 musim 2020 berencana untuk digelar kembali. Beragam ide dituangkan untuk melanjutkan kompetisi termasuk gagasan menggelar pertandingan dengan penonton hanya 50 persen dari total kapasitas stadion.

Rencana menggelar kembali Liga 1 dan Liga 2 2020 tersebut dicanangkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) mulai bulan September dan Oktober. PSSI juga memberikan opsi pertandingan akan dikonsentrasikan di Pulau Jawa dan akan diberi subsidi tambahan.

Namun hal tersebut sangat mungkin terbentur dengan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah. Sesuai dengan edaran pemerintah nomor 6.11.1/Menpora/VI/2020 yang berjudul Protokol Pencegahan Penularan COVID-19 pada Kegiatan Kepemudaan dan Keolahragaan Dalam Mendukung Keberlangsungan Pemulihan Kegiatan melalui Adaptasi Perubahan Pola Hidup Dalam Tatanan Normal Baru.

Menurut surat edaran tersebut tertulis peraturan tentang mencegah kerumuan penonton, panpel pertandingan wajib memberitahu jumlah maksimal tempat duduk penonton berdasarkan area kegiatan yang akan digunakan. Disamping itu setiap kegiatan olah raga harus mengontrol dan membatasi jumlah peserta mulai dari atlet, ofisial tim,, hingga penonton agar tidak terjadi kerumunan.

Merespon hal tersebut, Yoyok Sukawi sebagai anggota Exco PSSI mengatakan pihaknya akan berupaya mengikuti kebijakan pemerintah.

Menurut Yoyok, pihaknya tidak ingin berandai-andai termasuk menggelar pertandingan dengan atau tanpa penonton. PSSI akan mengikuti aturan pemerintah pusat, daerah serta kepolisian.

Selain itu, lanjut Yoyok, PT LIB sedang membuat aturan tentang hak komersial klub. Rencananya akan ada kenaikan subsidi untuk setiap klub yang tadinya Rp 520 juta menjadi Rp 800 juta.

Yoyok menambahkan PT LIB sedang menggodok aturan tersebut supaya nanti bisa seimbang. “Ya, bisa lebih bisa kurang dari Rp 800 juta. Kan belum diputuskan,” katanya menambahkan.

Keputusan akhir akan dibuat setelah rapat Exco berlangsung guna menyinkrokan berbagai hal di tengah pandemi ini.