Diizinkan Gabung Liverpool, Thiago Alcantara Sampai Menangis

Thiago Alcantara Liverpool

Thiago Alcantara rupanya memang benar-benar menginginkan kepindahannya ke Liverpool. Hal tampak dari perkataan CEO Bayern Munchen Karl Heinz Rummenigge, dimana gelandang Spanyol menangis saat diizinkan klub untuk gabung ke Tim Marseyside tersebut.

Mantan pemain Barcelona tersebut adalah salah satu pemain andalan Bayern Munchen selama tujuh tahun terakhir ini. Wajar saja jika Juara bertahan Bundesliga Jerman enggan melepasnya.

Meski begitu, klub tetap tidak menghalangi keinginan Thiago untuk mencoba tantangan baru dalam karirnya.

Sejak terdengar kabar bahwa sang pemain menolak tawaran kontrak baru dengan Bayern Munchen, dia memang sudah langsung dikaitkan dengan Liverpool.

Di satu sisi, ada ketertarikan dari klub Premier League, namun proses negosiasi antara kedua kubu berlangsung alot. Barulah pada akhir pekan kemarin, transfer ini rampung.

MENANGIS DI PUNDAK CEO KLUB

Dikatakan CEO Bayern, Karl-Heinz Rummenigge bahwa Thiago Alcantara sampai menangis mengetahui Klub telah mengizinkannya pindah ke Liverpool.

“Kamis lalu, transfer ke Liverpool sudah dibereskan. Ketika saya tiba, kira-kira 10 menit setelahnya, di parkiran mobil, dia berdiri di spot parkir saya yang biasanya,”

“Saya berpikir: ‘Apa yang dia lakukan di sini?’ Dia mendatangi saya dan menangis di lengan saya selama lima menit lalu berkata: ‘Terima kasih banyak sudah mengizinkan ini’.” ungkap Rummenigge kepada Sky Sports.

Bayern Munchen memang mengizinkan Thiago untuk pindah klub, tapi mereka tetap merasa kehilangan mantan pemain Barcelona yang memegang peranan penting selama beberapa tahun terakhir ini.

LAYAK DAPAT TANTANGAN BARU

Tapi terlepas dari itu, Rummenigge menilai bahwa Thiago Alcantara memang layak mendapatkan tantangan baru dalam karirnya sebagai pemain.

“Dia sosok hebat dan selalu jadi pemain berkelas untuk Bayern Munchen. Saya sangat senang untuk performanya di Lisbon. Dia selalu diragukan karena dianggap tidak bisa memberikan performa terbaiknya di laga-laga besar, tapi pada tiga laga di Lisbon itu dia membuktikan kualitasnya.”

“Kepergiannya jelas kerugian besar bagi kami perihal kualitas, juga sebagai manusia. Meski begitu, kami menghargai keinginannya yang ingin mencoba hal baru,” sambung Rummenigge.